Kemaren,satu lg tmnku yg berstatus 'just married'.kini tmn2ku yg uda merid makin bnyk.bhkn,ketika maren ak beli tiket bis,ak ktm si surya,tmn sekelas dulu,yg ternyata jg uda menikah lama.dy blg,gw harus cpt2 nyusul.ak cma tersenyum mendengar 'hasutanya'.
Menikah,bagiku tak hanya penyatuan 2 raga spt saat malam pertama(saya ga perlu kan,menceritakan kejadian apa aja yg terjadi dimalam pertama).memang ritual ini merupakan elemen penting untuk menghasilkan keturunan sbg upaya dlm membangun sebuah keluarga yg sakinah,mawaddah,warrohmah.tp menurutku,ada hal yg jauh lbh penting dan jauh lbh sulit dibanding penyatuan 2 raga(yg katanya,tinggal merem melek doang pun bs jadi,hehe),yaitu penyatuan 2 jiwa antara suami dan istri yg dilakukan secara istiqomah.memgapa aku blg demikian,karena rata2 pasangan suami istri,hanya bs melakukan penyatuan 2 jiwa hanya dalam masa2 awal pernikahanya.dimasa ini,sifat tahabbah(saling mencintai),ta'awun(slg menolong) dan ta'affy(saling memaafkan) 'mengalami masa keemasanya'.dimasa ini,apapun yg dilakukan oleh sang pasangan,slalu dibenarkan,dimaafkan,bhkn dipuji.bhkn kasarnya,seumpama kita dikasi makan ama pasangan kita rumput yg dikentutin ama pasangan kita,kita bkl doyan.tp setelah masa itu(biasanya masa ketika sang istri sudah melahirkan 1 anak),rasa tahabbah,ta'awun dan ta'affy spt hilang ditelan bumi.dimasa ini,yg berjaya adl rasa cemburu,slg menyalahkan,slg tak mau mengalah dan slg cuek.memang rasa2 ini merupakan bumbu dalam sebuah pernikahan.tp,jika dilakukan secara continue,tentu akan menimbulkan masalah serius,yg bs merusak ikrar seidup semati yg diucapkan saat pernikahan.jd,pernikahan tak hanya membutuhkan harta dan smgt,tapi jg kemampuan kebijaksanaan dlm menyelesaikan masalah yg tmbl dalam rumah tangga.jg komitmen untuk selalu membimbing,mencintai dan menyayangi pasangan kita.
Aku sendiri,ingin pernikahan yg insyaAllah kelak aku jalani,menjadi pernikahan yg pertama dan terakhir.aku jg ingin,mendapat istri yg sholehah,cerdas,penurut,pemaaf,dan mampu membimbingku dlm mengarungi bahtera rumah tangga(sapa ya calon istriku itu,anak pak RT kah?pak lurah kah?pak kyai kah?trus org mana ya?org jepara kah?smg kah?jakarta kah?atw org kuduskah?hehe).aku jg ingin,menjadi suami yg sholeh,cerdas,penurut,pemaaf,dan mampu membimbing istriku untuk membangun keluarga yg sakinah mawaddah warrahmah.
Ya Allah,berilah saya istri yg mampu membuatku selalu berada dijalanmu ya Allah..amin..
So,adakah yg berminat menjadi istriku?hehe:-P
3 comments:
amin.... saling memberi dan menerima saling melengkapi yak???
Bener bgt vin...mari tingkatkan 'prestasi',agar kita mendapat pasangan yg ber'prestasi' pula...
he...he...betul banget tuc dul....tapi knpa ya anak muda sekarang makin berani aja untuk nikah muda,,,Emang dia pda g sadar ya isi dari ijab kobulnya....wah berat banget tuch....tapi kalau u mau nikah ntar peng hulunya jangan u dobolin ya....kikikik
Post a Comment